Kamis, 29 November 2007

SMA di Magelang

SMA Negeri 1 Salaman
Jl. Raya Salaman
Salaman

SMA Muh. Salaman
Jl. Raya Salaman Margorejo
Menoreh
Salaman


SMA Muh. Borobudur
Jl. Syailendra Raya
Borobudur


SMA Negeri 1 Ngluwar
Plosogede
Ngluwar


SMA Muh. Ngluwar
Jl. Kyai Raden Syahid
Ngluwar

SMA Al Husain Salam
Jl. Yogya Km 22 Salam
Sucen
Salam


SMA Ma'arif Srumbung
Jl. Masjid An Nuur Srumbung
Srumbung

SMA Negeri 1 Dukun
Musuk
Kalibening
Dukun


SMA Muh. Dukun
Talun
Banyudono
Dukun


SMA Ma'arif Sawangan
Gondowangi
Sawangan


SMA Negeri 1 Muntilan
Jl. Ngadiretno 1 Muntilan
Tamanagung
Muntilan


SMA Marsudirini Muntilan
Jl. Sleko No. 4 Muntilan
Sedayu
Muntilan


SMA Bentara Wacana Muntilan
Jl. Lettu Sugiarno 40 A Mtl.
Pucungrejo
Muntilan


SMA Muh. 1 Muntilan
Jl. Tentara Pelajar
Tamanagung
Muntilan


SMA Muh. 2 Muntilan
Jl. K.H.A. Dahlan No. 14
Pucungrejo
Muntilan


SMA Pangudi Luhur Muntilan
Jl. Kartini No. 1 Muntilan
Muntilan


SMA Muh. Mungkid
Jl. Pemandian Blabak
Mungkid


SMA Negeri 1 Mertoyudan
Jl. Pramuka 49 Pancaarga
Banyurojo
Mertoyudan


SMA Negeri 1 Kota Mungkid
Jl. Mayor Unus Kota Mungkid
Deyangan
Mertoyudan


SMA Seminari Mertoyudan
Jl. Mayjen Bambang Sugeng
Sumberrejo
Mertoyudan


SMA Taruna Nusantara
Jl. Raya Purworejo
Banyurojo
Mertoyudan


SMA Islam Sudirman Kaliangkrik
Jl. Mayor Ismulloh
Beseran
Kaliangkrik


SMA Negeri 1 Bandongan
Bandongan

SMA Sholihin Bandongan
J. R. Abdullah Bandongan
Bandongan

SMA Negeri 1 Candimulyo
Candimulyo Km 4 Karen
Surojoyo
Candimulyo


SMA Ma'arif Candimulyo
Barisan Candimulyo
Candimulyo

SMA Islam Sudirman Pakis
Jl Jend. Sudirman No. 17
Pakis

SMA Negeri 1 Grabag
Jl. Raya Grabag
Grabag

SMA Negeri 2 Grabag
Jl. Raya Grabag No. 46
Kalikuto
Grabag


SMA Islam Sudirman Grabag
Jl. Telaga Bleder Km 1
Grabag

SMA Muh. Secang
Jl. H.Abu Bakrin Secang
Madyocondro
Secang


SMA Widya Wacana Secang
Jl.Temanggung No 51
Secang

SMA Islam Secang
Jl.Temanggung No 28
Secang

Hotel di Magelang

Kalau ke Magelang, dan ngga punya tempat nginap/saudara, berikut adalah daftar dan tarif beberapa hotel:
Rosita 1
Alamat : Jl. Syailendra Raya No. 1 Borobudur. Telp. 0293-788474
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 50.000, Minum, handuk, sabun Standar : Rp. 80.000, Minum, handuk, sabun, fanEksekutif : Rp. 100.000, Minum, handuk, sabun, AC
Rosita 2
Alamat : Jl. Brongsongan, Borobudur. Telp. 0293-788151
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 40.000, Minum, handuk, sabunStandar : Rp. 60.000, Minum, handuk, sabun, fan
Catur Putra
Alamat : Jl. Raya Mertoyudan No. 308. Telp. 0293-326980
Tipe dan Fasilitas :
Deluxe : Rp. 120.000, Fan, TV, Air panas,breakfastSuperior : Rp. 160.000, AC lama, Air panas, TV, breakfastFamily : Rp. 270.000, AC, TV, Air panas, breakfast, Max. 3 org VIP : Rp. 270.000, AC, TV, Bathtub, Air panas, Mini bar, berakfast
Pondok Tingal
Alamat : Jl. Balaputradewa 32 Borobudur. Telp. 0293-788145
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 90.000, Kamar mandi luar, max. 15 orgStandar : Rp. 70.000 - Rp. 90.000,Fan, Kamar mandi dalamFamily : Rp. 100.000 - Rp. 120.000, Fan, 2 Bed, ACEksekutif : Rp. 330.000, Double bed, AC, TV, Air panas
Bhumi Sambara
Alamat : Jl. Musholla Borobudur. Telp. 0293-788205
Tipe dan Fasilitas : -
Syailendra
Alamat : Jl. Syailendra Raya Borobudur. Telp. 0293-788163
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 35.000Standar : Rp. 75.000, Ruang besarEksekutif : Rp. 200.000, AC, TV, Air panas, breakfast, Max. 4 org VIP : Ro. 250.000, AC, TV, Air panas, Shower, Max. 6 org
Secang Permai
Alamat : Jl. Raya Secang, Secang. Telp. 0293-714320
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 25.000, Kamar mandi luarStandar : Rp. 40.000 - Rp.60.000, Kamar mandi dalam
Borobudur
Alamat : Jl. Balaputradewa Borobudur. Telp. 0293-788258
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 30.000, Kamar mandi luarStandar : Rp. 50.000, Kamar madi dalam
Lotus
Alamat : Jl. Medang Kamolan, Borobudur. Telp. 0293-788281
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 50.000, FanStandar : Rp. 100.000, Sandwich, Max. 4 orgFamily : Rp. 150.000, TV, Fan, breakfast, max. 5 org
Cita Rasa
Alamat : Jl. Syailendra Raya, Borobudur. Telp. 0293-788104
Tipe dan Fasilitas : -
Bima Sakti
Alamat : Jl. Syailendra Raya, Borobudur. Telp. 0293-788151
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 19.000, Kamar mandi dalamStandar : Rp. 25.000 - Rp. 35.000, Minum, handuk, sabun
Bumi Rhema
Alamat : Jl. Raya Salaman Borobudur. Telp. 0293-788297
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 50.000, Minum, handuk,sabunStandar : Rp. 60.000 - Rp. 70.000, Minum, handuk, sabun, fan
Purnama Artha 1
Alamat : Jl. Pemuda 123,Muntilan. Telp. 0293-587535
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 65.000, Kamar mandi luar, Max. 3 org Standar : Rp. 112.000, FanVIP : Rp. 156.000, AC, TV
Purnama Artha 2
Alamat : Jl. Yogyakarta, Salam Telp. 0293-588014
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 45.000, Kamar mandi luarStandar : Rp. 65.000, Kamar mandi luar, Max. 3 orgVIP : 120.000, Fan, Max. 3 org
Lombok Candra
Alamat : Jl. Blondo Mungkid Mertoyudan. Telp. 0293-326769
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 75.000, Fan, berakfastEksekutif : Rp. 125.000, AC, TV, breakfast
Rajasa
Alamat : Jl. Badrawati 2 Borobudur. Telp. 0293-788276
Tipe dan Fasilitas :
Ekonomi : Rp. 100.000, Fan, breakfastFamily : Rp. 150.000, Air panas, Fan, breakfast, Max. 4 orgVIP : Rp. 200.000, AC, Air panas, Bathtub, breakfast
Bergview Resort
Alamat : Jl. Raya Blabak Sawangan Km. 2. telp. 0293-782237
Tipe dan Fasilitas :
VIP : Rp. 400.000, Bathtub, Air panas, TV, AC, Pool, Restoran
Hotel Ning Tidar
Alamat : Jl. Raya Purworejo Km. 2 Mertoyudan Magelang. Telp. 0293-314316
Tipe dan Fasilitas :
Standar : Rp. 350.000, AC, TV, Air panas, Minibar, Telpon, ShowerDeluxe : Rp. 450.000, AC, Air panas, TV, Minibar, Telpon, BathtubVIP : Rp. 750.000, AC, TV, Air panas, Bathtub, Minibar, Telpon, Ruang tamu
Hotel Saraswati
Alamat : Jl. Balaputradewa Borobudur. Telp. 0293-788843
Tipe dan Fasilitas :
Standar : USD 285, Free transport dari dan ke hotel, Breakfast 2 org Village tour, fruit basket, Welcome drink, Air panasFamily : USD 395, Free transport dari dan ke hotel, Breakfast 2 org Village tour, fruit basket, Welcome drink, Air panasEksekutif : USD 500, Free transport dari dan ke hotel, Breakfast 2 org Village tour, fruit basket, Welcome drink, Air panas, BathtubVIP : USD 675, Free transport dari dan ke hotel, Breakfast 2 org Village tour, fruit basket, Welcome drink, Air panas, bathtub, Minibar

Temanku Tuti

Tuti Wasiat selama ini dikenal sebagai bintang film. Beberapa film layar lebar pernah didukungnya, diantaranya seperti Dendam Membara, Keris Kalamujeng, Koboi Sutra Ungu, dan Hati Seorang Wanita. Namun, semua itu telah lama berlalu dan kini wanita ini lebih banyak mengurusi rumah tangganya.
Lama tak kedengaran lagi kiprahnya, wanita kelahiran Purwokerto, 10 Januari 1964 ini merilis album terbarunya yang berjudul Sinari (produksi Indo Musik). Album ini bukan perdana, karena sebenarnya ia telah beberapa kali sebelum ini mengeluarkan albumnya. Diantaranya, Jangan Kau Redupkan (1982), Salahkan Daku (1983), Hati Kecilku (1984), dan album pop Melayu bertajuk Bang Mansyur (1991).
"Rupanya saya tidak bisa meninggalkan panggilan jiwa untuk berkiprah dalam kegiatan seperti ini. Sekarang kebetulan ada kesempatan ,sehingga saya bisa mewujudkannya," demikian ujar Tuti yang kerap berkaraoke bersama teman-temannya manakala sedang rindu menyanyi.
Melalui album Sinari ini tetantunya saya tidak berharap terlalu muluk. Saya sadar banyak penyanyi yang lebih belia sekarang memenuhi blantika musik. Intinya saya ingin berekpresi dan mungkin album saya bisa memenuhi segmen tertentu," tutur wanita yang bersuamikan pengusaha Harry Indira Tahir dan telah dikaruniai dua anak, Eka Zulfikar (15) dan Intan Jayanti (6,5).
Mengomentari penampilannya yang seronok di film layar lebar, wanita bernama lengkap Wastuti Iriani ini berujar bahwa tidak selalu seperti itu. "Padahal sebenarnya saya jarang tampil vulgar lho. Mungkin karena dalam film-film laga itu, saya kadang menggunakan kemben. Ada juga yang sempat berbikini dan waktu itu sudah dianggap erotik," katanya.
Sebenarnya, kegiatan Tuti Wasiat sebagai artis dimulai tatkala ia masih duduk di bangku SMA di Magelang (ikut anggota folksong). Tahun 1981 ia pindah ke Jakarta dan untuk pertama kalinya mendukung film berjudul Tumbal Iblis. "Kegiatan saya terhenti, karena semata-mata saya sudah menikah dan punya anak," demikian alasan selama ini vakum di dunia film layar lebar. (03)

Wisata di Magelang (Lanjutan)

Gardu Pandang Ketep ( Ketep Pass )

Obyek wisata ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 17 Oktober 2002. Obyek wisata ini terletak di Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kab. Magelang dan berada pada ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. Kawasan yang terletak pada jalur SSB ( Solo Selo Borobudur ) ini mempunyai suhu udara yang sangat dingin dan sejuk. Para wisatawan akan disuguhi pemandangan indah Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro serta pegunungan Menoreh. Terdapat gazebo untuk tempat bersantai, Volcano Theater dan Museum Volcano. Selain itu, para wisatawan juga dapat menikmati jagung bakar yang dijual disekitar kawasan tersebut. Terdapat pula penjual souvenir/cinderamata dan Penyewaan jasa teropong.

Taman Rekreasi Kalibening

Nama Kalibening berasal dari kata Kali dan Bening. Kali berarti Sungai dan Bening berarti jernih. Airnya yang selalu mengalir dan tidak berbau membuat obyek wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan. Baik untuk berenang maupun hanya sekedar bersantai bersama keluarga dan teman - teman. Disekitar obyek wisata juga banyak terdapat rumah makan dan penjual jajanan. Pada hari - hari besar, terdapat pertunjukan Orkes Melayu maupun Pentas Seni.

Taman Rekreasi Mendut

Obyek wisata ini berada di pusat Kota Mungkid dan berjarak 1 Km dari Candi Borobudur. Fasilitas yang ada antara lain kolam renang dengan kedalaman 1 sampai 3 meter, taman yang dilengkapi dengan gazebo, lapangan tenis, kantin, toilet serta panggung hiburan yang juga untuk disewakan.

Candi BorobudurCandi yang merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia ini dibangun oleh Raja Syailendra pada abad VIII masehi. Lokasi Candi Borobudur ada di Desa Borobudur, sekitar pegunungan Menoreh Kec. Borobudur Kab. Magelang. Kata Borobudur berasal dari Bara dan Budur. Bara/Vihara artinya komplek candi dan budur atau beduhur artinya diatas atau bukit. Jadi Borobudur bisa diartikan sebagai Komplek Candi yang berada di bukit. Tinggi bangunan candi adalah 15 m diatas bangunan sekitarnya. Candi ini merupakan Candi Budha. Tinggi bangunan candi mencapai 34,5 m. Bangunan candi merupakan tingkatan. Semakin keatas semakin kecil, mirip bangunan limas. Tingkat 1 sampai 6 berbentuk bujur sangkar dan tingkat 7 sampai 19 berbentuk lingkaran. Pada Candi Borobudur terdapat Arca Budha sebanyak 504 buah dan stupa 72 buah. Pada dinding candi terdapat relief yang berupa cerita dan hiasan. Jika dilihat dari atas, maka Candi Borobudur mengadopsi bentuk bunga lotus. Candi Borobudur merupakan obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Event tahunan terbesar adalah pada Hari Raya Tri Suci Waisak, dimana umat Budha berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Sidharta Gautama dan penerimaan Wahyu. Peringatan ini diselenggarakan pada Bulan Mei. Di sekitar taman candi banyak terdapat kios dan penjual berbagai macam souvenir. Mulai dari Kaus, patung, perak dan kerajinan kayu.



Candi Mendut

Candi Mendut merupakan Candi Budha, berjarak 3 Km dari Candi Borobudur menuju ke arah Yogyakarta. Candi ini berbentuk limas pada bagian atapnya dan mempunyai beberapa stupa kecil dibagian atasnya. Di dalam Candi terdapat 2 buah Arca Budha. Di sekitar Candi Mendut terdapat Komplek Asrama para Bhiksu. Fasilitas yang ada antara lain tempat parkir dan toilet. Serta beberapa kios penjual souvenir.

Pemandian Air Hangat Candi Umbul

Obyek wisata ini berada di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo Kec. Grabag Kab. Magelang dan merupakan peninggalan Dinasti Syailendra. Awalnya pada temoat ini di temukan Candi yang di sekitarnya terdapat kolam air panas, serta beberapa temuan peninggalan sejarah berupa 2 Arca Durga, 2 Arca Ganesha dan 1 Arca Siwaguru. Dua kolam yang ada masing - masing berukuran 8.50 m x 7.0 m berada di sebelah Barat Laut. Sedangkan di sampingnya berukuran 7.15 m x 12.50 m. Masing - masing berkedalaman 1 m. Terdapat pula ruang berendam. Pada hari besar biasanya terdapat pertunjukan musik.

Wisata di Magelang

Air Terjun Kedung Kayang
Obyek wisata ini terletak 3 Km dari obyek wisata Gardu Pandang Ketep Pass, searah menuju Kabupaten Boyolali. Dilatarbelakangi oleh Gunung Merapi, menjadikan obyek wisata ini sangat indah dan asri. Lokasi wisata yang sangat alamiah ini berada di lereng Gunung Merapi, dengan ketinggian air terjun mencapai 40 m, menjadikan obyek wisata ini tempat yang cocok untuk camping, outbond dan bersantai bersama keluarga dan teman - teman.

Arung Jeram
Merupakan wisata dengan menggunakan perahu karet, menelusuri Sungai Elo sepanjang 12 Km. Anda akan disuguhi pemandangan yang indah di sepanjang perjalanan. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang sudah mencoba wisata ini. Bila anda berminat, dapat menghubungi Bapak Arif Prasetyo, SH ( Kasie Obyek Wisata ) beserta staf, di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Magelang dengan No. 0293 - 788352.

Air Terjun Curug Silawe
Lokasi wisata ini terletak di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian 50 m. Berada di Desa Suropati Kec. Kajoran, Kab. Magelang. Wisatawan dapat menikmati sejuknya alam sekitar yang dikelilingi oleh hutan pinus. Fasilitas yang ada di sekitar lokasi antara lain tempat parkir, rumah makan dan toilet.

Telaga Bleder
Obyek wisata ini terletak di Desa Ngasinan, Kec. Grabag dan berada di lereng Gunung Andong. Telaga ini dikelilingi oleh pepohonan. Menjadikan telaga ini tempat berwisata yang asri dan nyaman.

Treking Merapi Babadan
Lokasi obyek wisata ini berada di Desa Babadan Kec. Dukun. Berada di lereng Gunung Merapi dan berada di ketinggian 1.270 m dari permukaan laut. Terdapat pos pengamatan vulkanologi dan bungker. Selain itu, terdapat juga fasilitas home stay, gazebo dan rumah makan. Obyek wisata ini berjarak 15 Km dari Kec. Muntilan.

Sejarah dan Selayang Pandang Magelang

Pada tahun 1810 ketika Inggris berkuasa di sebagian wilayah nusantara, termasuk diantaranya Pulau Jawa, Magelang dipilih sebagai Ibu Negeri Kabupaten Magelang. Diangkat sebagai Regent ( Bupati ) adalah Mas Angabehi Danoekromo.Setelah Negeri Kabupaten Magelang beralih dikusai Belanda Mas Angabehi Dnoekromo diangkat kembali menjadi Regent(Bupati) dengan gelar Raden Tumenggung Danoeningrat berdasar Besluit Gubermen Pemerintah Belanda tanggal 30 Nopember 1813. Beliau wafat tanggal 28 september 1825 ketika memihak Belanda pada saat Perang melawan Pasukan Diponegoro. Atas jasa-jasanya Pemerintah Belanda menganugerahkan gelar Adipati Danoeningrat.Almarhum Adipati Donoeningrat pada masa berkuasa mendirikan Rumah Kabupaten dan sebuah mesjid yang dulu terletak di sekitar Gereja Protestan dalam daerah Desa Magelang, sekarang kompleks jalan Alun-alun utara di kota Magelang. Sehingga almarhum Adipati Danoeningrat I dapat dikatakan sebagai yang mendirikan Negeri Magelang.Setelah masa kemerdekaan, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1948 Kota Magelang berstatus sebagai Ibukota Kabupaten Magelang. Namun berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1950, Kota Magelang berdiri sendiri sebagai daerah yang diberi hak untuk mengatur Rumah Tangga sendiri.Dalam Perkembangannya, Kota Magelang terdapat 4 Badan Pemerintahan yang memiliki fungsi yang berbeda, yaitu :1. Pemerintahan Kotamadya Magelang (sekarang Pemerintah Kota Magelang); 2. Pemerintahan Kabupaten Kabupaten Magelang (sekarang Pemerintah Kabupaten Magelang); 3. Kantor Karisidenan Kedu (sekarang Badan Koordinasi Wilayah II yang meliputi wilayah eks Karisidenan Kedu dan Surakarta); 4. Akademi Militer Nasional / AMN (sekarang akademi Militer). Adanya 4 instansi strategis sebagaimana diatas ternyata mempunyai skala pelayanan yang luas dan membutuhkan fasilitas dan sarana guna menunjang fungsinya masing-masing. Persoalan tata ruang menjadi masalah utama dalam perkembangannya, sehingga ada kebijakasanaan untuk memindahkan Ibukota Kabupaten Magelang ke daerah lain.Selain itu dasar pertimbangan lainnya adalah nantinya pemindahan Ibukota lebih berorientasi pada startegi pengembangan wilayah yang mampu menjadi stimulator bagi pertumbuhan dan perkembangan wilayah.Selanjutnya dari 4 alternatif Ibukota yang dipersiapkan yaitu Kecamatan Mungkid, Muntilan, Secang dan Mertoyudan, Akhirnya Desa Sawitan Kecamatan Mungkid terpilih untuk menjadi Ibukota Kabupaten Magelang dengan nama Kota Mungkid berdasarkan PP Nomor 21 Tahun1982. Peresmian Kota Mungkid dilakukan pada tangga 22 Maret 1984 oleh Gubernur Jawa Tengah. Momentum inilah yang dipakai menjadi dasar Hari Jadi Kota Mungkid.
Penduduk dan Tenaga Kerja
Jumlah penduduk Kabupaten Magelang tercatat sebanyak 1.157.715 jiwa. Jumlah penduduk perempuan lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki, hal ini terlihat dari Rasio Jenis Kelamin sebesar 99,86. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk, jumlah rumah tangga juga mengalami peningkatan, pada tahun 2003 tercatat sebesar 288.225 rumah tangga, pada tahun 2004 meningkat menjadi 292.332 rumah tangga atau naik ebesar 1,42 persen.
Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang terampil, merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan menyongsong era globalisasi. Menurut Badan Pusat Statistik, penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun ke atas , dan dibedakan sebagai angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Pertumbuhan enduduk tiap tahun akan berpengaruh terhadap pertumbuhan angkatan kerja. Lapangan pekerjaan yang tersedia ternyata masih belum dapat menampung seluruh pencari kerja. Hal ini ditunjukkan oleh data jumlah pencari kerja yang terdaftar pada tahun 2004 yaitu sebesar 19.098 orang, edangkan lowongan pekerjaan yang tersedia hanya dapat menampung 602 orang.
Transmigrasi
Upaya untuk memperluas lapangan usaha dan kesempatan kerja antara ain melalui program transmigrasi. Banyaknya transmigrasi di Kabupaten agelang pada tahun anggaran 2004 sekitar 74 keluarga, turun sekitar 15,91persen bila dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya.

Petani, Kemiskinan dan Reforma Agraria

Bulan Maret 2007 ini Badan Pusat Statistik melakukan Survei Sosial Ekonomi Nasional. Survei berkala ini akan memotret kondisi sosial-ekonomi masyarakat dan akan menjawab posisi terakhir kemiskinan di Indonesia.Hasil survei akan diumumkan pada September 2007. Dengan garis kemiskinan Rp 152.847 per kapita per bulan (setara konsumsi 2.100 kkal), angka resmi jumlah warga miskin kini 39,1 juta orang (17,75 persen), meningkat 3,95 juta, ketimbang Februari 2005 yang 35,1 juta (15,97 persen).Petani gurem di pedesaanSiapa dan di mana orang miskin tinggal? Hasil Sensus Pertanian 2003 menyebutkan, jumlah rumah tangga petani gurem dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar—milik sendiri maupun menyewa—meningkat 2,6 persen per tahun dari 10,8 juta rumah tangga (1993) menjadi 13,7 juta rumah tangga (2003).Persentase rumah tangga petani gurem terhadap rumah tangga pertanian pengguna lahan juga meningkat dari 52,7 persen (1993) menjadi 56,5 persen (2003). Dari 24,3 juta rumah tangga petani berbasis lahan (land base farmers), 20,1 juta (82,7 persen) di antaranya dapat dikategorikan miskin.Karena sebagian besar rumah tangga petani di Indonesia (73,4 persen) adalah petani padi/palawija, maka sebagian besar petani gurem adalah petani padi/palawija. Menurut Berita Resmi Statistik (September 2006), 63,41 persen penduduk miskin ada di daerah pedesaan.Data-data itu menggambarkan dua hal: sebagian besar petani miskin dan sebagian besar orang miskin itu petani. Mereka tinggal di pedesaan. Data itu juga menunjukkan, kemiskinan yang diderita petani adalah kemiskinan struktural, kemiskinan aset, yang tidak bisa dipecahkan hanya dengan langkah karitatif, seperti bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan tunai bersyarat.Besarnya jumlah rumah tangga miskin ini tidak bisa dipandang sebagai insiden, harus dipandang sebagai sesuatu yang bersifat struktural, dan perlu langkah- langkah struktural dan radikal guna mengatasinya. Tanpa itu, kemiskinan akan menjadi virus laten yang sulit diberantas.Sudah lamaKemiskinan petani, terutama petani padi, sudah terekam lama. Setelah krisis, nilai tukar petani terus merosot. Artinya, perbandingan harga yang diterima dan dibayarkan petani kian menurun. Ini menjadi petunjuk, kesejahteraan mereka kian merosot dan miskin. Kini tingkat kemiskinan di pedesaan lebih tinggi sebelum krisis dan keadaan sebaliknya terjadi di perkotaan.Hal itu menandakan pengentasan kemiskinan di pedesaan lebih lamban. Kebijakan antipedesaan, seperti impor beras, penurunan harga pembelian gabah dan bea impor, hanya akan memperdalam tingkat kemiskinan. Yang diperlukan adalah beleid yang mempromosikan pedesaan.Bagaimana mempromosikan pedesaan? Ada banyak cara. Untuk Indonesia, tangan Coelli dan Rao (2004) bisa dipinjam. Dengan menganalisis data 93 negara periode 1980-2000, keduanya menyimpulkan dua faktor terpenting yang berdampak negatif pada pertumbuhan produktivitas pertanian (pedesaan): ketimpangan pemilikan lahan dan kebijakan yang menekan desa tetapi menguntungkan kota.Pada 1995, jumlah petani tunalahan di Jawa sebanyak 48,6 persen, meningkat jadi 49,5 persen (1999). Meski tak separah di Jawa, di luar Jawa cenderung sama. Pada 1995 jumlah petani tunalahan 12,7 persen, meningkat 18,7 persen (1999). Sebaliknya, 10 persen penduduk di Jawa memiliki 51,1 persen tanah (1995) dan jadi 55,3 persen (1999). Itu menunjukkan ketimpangan distribusi pemilikan tanah kian parah.Beban industrialisasiSepanjang Orde Baru, petani dan pertanian memikul beban industrialisasi. Lewat politik pangan murah untuk menjaga stabilitas upah buruh, surplus pertanian mengalir ke industri. Prestasi swasembada pun tidak linear dengan kesejahteraan petani. Di China dan Korea Selatan, strategi itu dipakai. Bedanya, saat industri menghasilkan surplus, sebagian keuntungan dikembalikan ke pertanian. Yang terjadi di Indonesia sebaliknya, setelah diperas, pertanian ditinggalkan. Surplus industri dipakai buat konsumsi barang mewah, membangun properti dan dibawa ke luar.Ini terjadi hingga kini. Misalnya, cukai rokok tiap tahun lebih Rp 30 triliun, lebih tiga kali dividen pemerintah dari BUMN. Ini menggambarkan pertanian berpotensi besar, tetapi kapital yang kembali ke pertanian tidak sebanding dengan yang keluar. Struktur yang mengisap dan menekan inilah yang membuat petani kian miskin. Membiarkan ketimpangan pemilikan lahan dan pengisapan pedesaan sama saja membiarkan petani tetap terbelenggu kemiskinan.Dari sisi petani, agar bisa keluar dari kemiskinan, tanah, modal, pengetahuan, dan teknologi, serta akses pasar menjadi kebutuhan primer. Tidak cukup dengan redistribusi tanah (landreform). Sejarah mengajarkan, karena tidak didukung infrastruktur penunjang, redistribusi tanah ternyata menyebabkan produksi menurun beberapa tahun. Maka, perlu program penunjang, program plus, yakni perkreditan, penyuluhan, pendidikan, latihan, teknologi, pemasaran, manajemen, infrastruktur, dan lain-lain.Inilah landreform plus atau reforma agraria. Karena itu, tekad Presiden Yudhoyono untuk membagikan enam juta dari 8,15 juta hektar lahan buat petani mulai 2007 harus dilengkapi program plus. Tanpa program penunjang, mustahil petani terentas dari lembah kemiskinan.Khudori Peminat Masalah Sosial-Ekonomi Pertanian